Dampingi Tim Penilai KB, Ini Yang Diharapkan Dandim Pati

 

Pati – Tim penilai KB Bhayangkara  dari Propinsi meninjau pelayanan KB di Desa Babalan Kec.  Gabus Kab.  Pati.  Dalam Penilaian Bakti sosial pelayanan KB Bhayangkara Tingkat Propinsi Jawa Tengah tahun 2019 ini Desa Babalan merupakan satu satunya desa yang mewakili Kabupaten Pati untuk mengikuti penilain. Selasa,18 -06-2019

Hadir dalam penilaian tersebut ketua  team penilai dari propinsi  AKBP Ratna, Dandim 0718 /Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos beserta ketua Percit KCK Cabang XXXIX, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto beserta ketua Bhayangkari Pati, Kepala Dinas Sosial Kab. Pati, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pati, Camat Gabus, Danramil 19/Gabus Kapten Inf Urip Widodo, Kapolsek Gabus, Kades  Desa Babalan serta warga Desa Babalan.

 

Dalam sambutannya ketua tim penilai AKBP Ratna  mengucapkan  banyak terimakasih kepada seluruh hadirin  dan masyarakat Desa Babalan dalam menyambut kedatangan tim penilai.

“ Kami merasa sangat terhormat dengan sambutan yang sangat antusias dan luar biasa dari berbagai element, untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak atas penyelenggaraan acara ini,” Ungka Ratna.

 

Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos yang hadir dan mendampingi Kapolres Pati dalam penilaian tersebut sangat merespon dengan kegiatan ini. Masyarakat sangat peduli dengan program pemerintah terutama KB, untuk itu TNI dan Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai aparat yang sangat dekat dengan masyarakat diharapkan tetap menyampaikan program program pemerintah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat desa.

“ Babinsa dan Bhabinkamtibmas adalah aparat yang paling  dekat dengan masyarakat, lewat merekalah program program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat dapat tersampaikan,” Ungkap Dandim.

 

Danramil 19/Gabus Kapten Inf Urip Widodo dalam kesempatan tersebut juga memberikan pengetahuan serta sosialisasi tentang MOP (Metode Operasi Pria).  Menurutnya MOP ini  merupakan program KB jangka panjang bagi pria. Pemahaman mengenai penggunaan alat kontrasepsi pria ini, terus disosialisasikan kepada masyarakat karena peminatnya sangat sedikit, hal ini terjadi minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi terlebih kepada para bapak-bapak.

“ Jadi Pria pun bisa ikut KB tidak hanya wanita saja, jadi jangan hanya meminta istri untuk KB, bapak bapaknya pun juga bisa berKB,” Ujar Widodo.

 

Setelah rangkaian acara penyambutan dan ramah tamah selesai, tim melanjutkan untuk penilaian yang antara lain meninjau Pos Biogas, Pos Balita, Pos Lansia, Pos Ibu hamil, dan Pos penangkaran burung titoalba.

Dalam penilaian tersebut ketua tim menyatakan bahwa Desa Babalan mendapat nilai plus dengan kelengkapan  data data serta sarana dan prasarananya. (19/sol).

Author:
Tags
Masukkan Komentar Anda :