Tangkal ISIS, Kodim 0718/Pati Ajak para pemuda Ansor dan Takmir Masjid

Semakin maraknya gerakan radikalisme tentu menjadi keresahan tersendiri bagi para pemimpin dan juga masyarakat. Karenanya, Kesbangpol Pati bekerja sama dengan Kodim 0718/Pati mengajak  para pemuda Ansor dan takmir masjid Pati untuk turut aktif dalam mencegah isu radikalisme ISIS di Pati.

Kepala Kesbangpol Pati, Sudartomo mengatakan bahwa isu ISIS memang sangat mengkhawatirkan. “Tapi, kami tidak mungkin melakukan sosialisasi satu per satu ke warga Pati yang totalnya lebih dari 1,2 juta jiwa. Karenanya, kami bergerak bekerja sama dengan Badan Otonom NU, yakni GP Ansor dan takmir masjid di seluruh kabupaten Pati,” ujarnya saat ditemui di Gedung PCNU Pati.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 75 peserta yang berasal dari GP Ansor dan takmir masjid se-Kabupaten Pati ini bertujuan untuk meningkatkan sistem jejaring informasi ke desa-desa dengan aktif memerankan fungsi masjid lewat GP Ansor dan takmir. “Fungsi jejaring ini tentunya penting, dengan memanfaatkan momen khususnya momen ceramah solat Jumat di desa-desa, kita bisa mengedukasi masyarakat tentang pengertian radikalisme, terorisme, dan langkah menghindarinya,” terangnya.

Para pemuda Ansor pun bisa semakin aktif memberikan perlindungan serta pemahaman kepada keluarga, teman, dan lingkungan terkait bahaya ISIS. “Dengan begitu, jejaring semakin kuat dan kita bisa semakin terarah dan terkontrol dalam membendung ajaran ISIS di desa-desa karena mayoritas warga desa adalah masyarakat NU,” paparnya.

Selain itu, Kesbangpol pun bekerja sama dengan Kodim 0718/Pati tak hanya dalam kegiatan pembekalan tapi juga perlindungan lewat intelegen. “Seperti yang kita lihat di Jombang, Jatim, sebanyak 2000 warga tertipu isu umroh dan haji gratis dengan ikut gerakan radikal. Di Pati pun sudah mulai ada provokasi semacam ini. Karenanya, kami bekerja sama dengan Kodim 0718/Pati untuk mengatasinya dan alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang tertipu,” terangnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0718/Pati, Letkol Inf Hery Setiono mengatakan pihak Kodim akan selalu berusaha menyamakan visi dan merapatkan barisan dalam menghadapi isu radikalisme di Pati. “Seperti tugas yang diamanahkan, kami akan selalu berkomitmen dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Siapapun dari sisi ideologi, sosial, politik, budaya, yang itu memang dijadikan satu elemen bangsa dan negara. Secara inteligen, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan kepolisian, badan khusus inteligen negara. Ada pemantauan dan perkembangan situasi dan informasi yang terkait masalah radikalisme juga terkait bahaya laten yang saat ini muncul kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Imam Rifa’i selaku Ketua GP Ansor Pati sudah merancang koordinasi internal bagi para calon pengurus GP Ansor Pati. “Kami tetap akan melakukan koordinasi internal, pembekalan, dan pendidikan agar sevisi dan semisi menghadapi ISIS. Setelah itu, kami akan terjun ke masyarakat memberikan pengarahan dan pemahaman,” paparnya.

Jika belum mengikuti pelatihan, kader GP Ansor tidak boleh turun ke masyarakat. “Karena dalam menghadapi isu ISIS tak hanya secara kuantitas tapi juga kualitas akademis. Karenanya, kami tetap ketat dalam proses pembekalan,” terangnya.

Dengan begitu, visi dan misi gerakan GP Ansor ke masyarakat bisa lebih satu padu. “Dan GP Ansor bisa menjadi motor untuk menangkal radikalisme serta secara internal juga bagus pemahamannya,” pungkasnya.

Sumber :(www.harianpati.com)
Author:
Tags

Similar posts

Masukkan Komentar Anda :